Jumat, 10 Agustus 2018

Daftar Juara Piala Dunia Sepakbola U-20 Wanita Sepanjang Sejarah

Awalnya Kejuaraan yang dimulai sejak 2002 ini bernama FIFA U-19 Women's World Championship, kemudian pada 2006 batas umurnya dinaikkan menjadi U-20. Dan pada tahun 2008 terjadi sedikit perubahan pada nama kejuaraan menjadi FIFA U-20 Women's World Cup dan berlaku sampai saat ini. Berikut adalah hasil dari kejuaraan tersebut:

- FIFA U-19 Women's World Championship:

2002:
Tuan Rumah: Kanada
Juara:
1. Amerika Serikat
2. Kanada
3. Jerman
4. Brazil

Penghargaan:
- Top Skor: Christine Margaret Sinclair (Kanada) (10 Goal)
- Pemain Terbaik: Christine Margaret Sinclair (Kanada)
- Tim Fair Play: Jepang

2004:
Tuan Rumah: Thailand
Juara:
1. Jerman
2. Republik Rakyat China
3. Amerika Serikat
4. Brazil

Penghargaan:
- Top Skor: Brittany "Timko" Amanda Baxter (Kanada) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Marta Vieira da Silva (Brazil)
- Tim Fair Play: Amerika Serikat

- FIFA U-20 Women's World Championship:

2006:
Tuan Rumah: Rusia
Juara:
1. Korea Utara
2. Republik Rakyat China
3. Brazil
4. Amerika Serikat

Penghargaan:
- Top Skor: Ma Xiaoxu (RRC) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Ma Xiaoxu (RRC)
- Tim Fair Play: Rusia

- FIFA U-20 Women's World Cup:

2008:
Tuan Rumah: Chili
Juara:
1. Amerika Serikat
2. Korea Utara
3. Jerman
4. Prancis

Penghargaan:
- Top Skor: Sydney Rae Leroux Dwyer (USA) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Sydney Rae Leroux Dwyer (USA)
- Kiper Terbaik: Alyssa Michele Naeher (USA)
- Tim Fair Play: Amerika Serikat

2010:
Tuan Rumah: Jerman
Juara:
1. Jerman
2. Nigeria
3. Korea Selatan
4. Kolombia

Penghargaan:
- Top Skor: Alexandra Popp (Jerman) (10 Goal)
- Pemain Terbaik: Alexandra Popp (Jerman)
- Kiper Terbaik: Bianca Henninger Moreno (USA)
- Tim Fair Play: Korea Selatan

2012:
Tuan Rumah:  Jepang
Juara:
1. Amerika Serikat
2. Jerman
3. Jepang
4. Nigeria

Penghargaan:
- Top Skor: Kim Un-Hwa (Korea Utara) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Dzsenifer Marozsán (Jerman)
- Kiper Terbaik: Laura Anna Benkarth (Jerman)
- Tim Fair Play: Jepang

2014:
Tuan Rumah: Kanada
Juara:
1. Jerman
2. Nigeria
3. Prancis
4. Korea Utara

Penghargaan:
- Top Skor: Asisat Oshoala (Nigeria) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Asisat Oshoala (Nigeria)
- Kiper Terbaik: Meike Kamper (Jerman)
- Tim Fair Play: Kanada

2016:
Tuan Rumah: Papua Nugini
Juara:
1. Korea Utara
2. Prancis
3. Jepang
4. Amerika Serikat

Penghargaan:
- Top Skor: Mami Ueno (Jepang) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Hina Sugita (Jepang)
- Kiper Terbaik: Mylène Chavas (Prancis)
- Tim Fair Play: Jepang

2018:
Tuan Rumah: Prancis
Juara:
1. Jepang
2. Spanyol
3. Inggris
4. Prancis

Penghargaan:
- Top Skor: Georgia Stanway (Inggris) Patricia Guijarro Gutiérrez (Spanyol) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Patricia Guijarro Gutiérrez (Spanyol)
- Kiper Terbaik: Sandy MacIver (Inggris)
- Tim Fair Play: Jepang

Senin, 30 Juli 2018

Daftar Juara Piala Dunia Sepakbola U-20 Pria Sepanjang Sejarah

Awalnya, kejuaraan ini bernama FIFA World Youth Championship dari tahun 1977-2005. Selanjutnya, mulai tahun 2007-sekarang namanya berubah jadi FIFA U-20 World Cup. Berikut daftar juaranya:

- FIFA WORLD YOUTH CHAMPIONSHIP

1977:
Tuan Rumah: Tunisia
Juara:
1. Uni Soviet
2. Meksiko
3. Brazil
4. Uruguay

Penghargaan:
- Top Skor: Aguinaldo "Guina" Roberto Gallon (Brazil) (4 Goal)
- Pemain Terbaik: Volodymyr Vasylyovych Bezsonov (Uni Soviet)
- Tim Fair Play: Brazil

1979:
Tuan Rumah: Jepang
Juara:
1. Argentina
2. Uni Soviet
3. Uruguay
4. Polandia

Penghargaan:
- Top Skor: Ramón Ángel Díaz (Argentina) (8 Goal)
- Pemain Terbaik: Diego Armando Maradona (Argentina)
- Tim Fair Play: Polandia

1981:
Tuan Rumah: Australia
Juara:
1. Jerman Barat
2. Qatar
3. Rumania
4. Inggris

Penghargaan:
- Top Skor: Ralf Loose, Roland Wohlfarth (Jerman Barat), Amer Taher Abouzaid  Sayed (Mesir) & Mark Koussas (Australia) (4 Goal)
- Pemain Terbaik: Romulus Gabor (Rumania)
- Tim Fair Play: Australia

1983:
Tuan Rumah: Meksiko
Juara:
1. Brazil
2. Argentina
3. Polandia
4. Korea Selatan

Penghargaan:
- Top Skor: Geovani Faria da Silva (Brazil) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Geovani Faria da Silva (Brazil)
- Tim Fair Play: Korea Selatan

1985:
Tuan Rumah: Uni Soviet
Juara:
1. Brazil
2. Spanyol
3. Nigeria
4. Uni Soviet

Penghargaan:
- Top Skor: Gérson da Silva, Balalo Luiz Carlos da Silva Maciel, Luís Antônio Corrêa da Costa "Muller" (Brazil), Sebastián Losada Bestard, Fernando Gómez Colomer (Spanyol), Monday Odiaka (Nigeria) & Alberto García Aspe Mena (Meksiko) (3 Goal)
- Pemain Terbaik: Paulo Silas do Prado Pereira (Brazil)
- Tim Fair Play: Kolombia

1987:
Tuan Rumah: Chili
Juara:
1. Yugoslavia
2. Jerman Barat
3. Jerman Timur
4. Chili

Penghargaan:
- Top Skor: Marcel Witeczek (Jerman Barat) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Robert Prosinečki (Yugoslavia)
- Tim Fair Play: Jerman Timur

1989:
Tuan Rumah: Saudi Arabia
Juara:
1. Portugal
2. Nigeria
3. Brazil
4. Amerika Serikat

Penghargaan:
- Top Skor: Oleg Anatolyevich Salenko (Uni Soviet) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Bismarck Barreto Faria (Brazil)
- Tim Fair Play: Amerika Serikat

1991:
Tuan Rumah: Portugal
Juara:
1. Portugal
2. Brazil
3. Uni Soviet
4. Australia

Penghargaan:
- Top Skor: Serhiy Hennadiovych Scherbakov (Uni Soviet) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Emílio Manuel Delgado Peixe (Portugal)
- Tim Fair Play: Uni Soviet

1993:
Tuan Rumah: Australia
Juara:
1. Brazil
2. Ghana
3. Inggris
4. Australia

Penghargaan:
- Top Skor: Giancarlo "Gian" Dias Dantas, Adriano Gerlin da Silva (Brazil), Ante Miličić (Australia) Vicente Nieto (Meksiko), Chris Faklaris (USA), Henry Zambrano Sandoval (Kolombia) & Augustine Ahinful (Ghana) (3 Goal)
- Pemain Terbaik: Adriano Gerlin dan Silva (Brazil)
- Tim Fair Play: Inggris

1995:
Tuan Rumah: Qatar
Juara:
1. Argentina
2. Brazil
3. Portugal
4. Spanyol

Penghargaan:
- Top Skor: Joseba Andoni Etxeberria Lizardi (Spanyol) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Caio Ribeiro Decoussau (Brazil)
- Tim Fair Play: Jepang

1997:
Tuan Rumah: Malaysia
Juara:
1. Argentina
2. Uruguay
3. Republik Irlandia
4. Ghana

Penghargaan:
- Top Skor: Adaílton Martins Bolzan (Brazil) (10 Goal)
- Pemain Terbaik: Andrés Nicolás Olivera (Uruguay)
- Tim Fair Play: Argentina

1999:
Tuan Rumah: Nigeria
Juara:
1. Spanyol
2. Jepang
3. Mali
4. Uruguay

Penghargaan:
- Top Skor: Pablo González Couñago (Spanyol) & Mahamadou Dissa (Mali) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Seydou Keita (Mali)
- Tim Fair Play: Kroasia

2001:
Tuan Rumah: Argentina
Juara:
1. Argentina
2. Ghana
3. Mesir
4. Paraguay

Penghargaan:
- Top Skor: Javier Pedro Saviola Fernández (Argentina) (11 Goal)
- Pemain Terbaik: Javier Pedro Saviola Fernández (Argentina)
- Tim Fair Play: Argentina

2003:
Tuan Rumah: Uni Emirat Arab
Juara:
1. Brazil
2. Spanyol
3. Kolombia
4. Argentina

Penghargaan:
- Top Skor: Alessandro Silva de Sousa "Dudu" (Brazil), Fernando Ezequiel Cavenaghi (Argentina), Edward "Eddie" Abraham Johnson (USA) & Daisuke Sakata (Jepang) (4 Goal)
- Pemain Terbaik: Ismail Matar Ibrahim Khamis Al Mukhaini Al Junaibi (UEA)
- Tim Fair Play: Kolombia

2005:
Tuan Rumah: Belanda
Juara:
1. Argentina
2. Nigeria
3. Brazil
4. Maroko

Penghargaan:
- Top Skor: Lionel Andrés Messi Cuccittini (Argentina) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Lionel Andrés Messi Cuccittini (Argentina)
- Tim Fair Play: Kolombia

- FIFA U-20 WORLD CUP

2007:
Tuan Rumah: Kanada
Juara:
1. Argentina
2. Republik Ceska
3. Chili
4. Austria

Penghargaan:
- Top Skor: Sergio Leonel "Kun" Agüero (Argentina) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Sergio Leonel "Kun" Agüero (Argentina)
- Tim Fair Play: Jepang

2009:
Tuan Rumah: Mesir
Juara:
1. Ghana
2. Brazil
3. Hungaria
4. Kosta Rika

Penghargaan:
- Top Skor: Dominic Adiyiah (Ghana) (8 Goal)
- Pemain Terbaik: Dominic Adiyiah (Ghana)
- Kiper Terbaik: Esteban Alvarado Brown (Kosta Rika)
- Tim Fair Play: Brazil

2011:
Tuan Rumah: Kolombia
Juara:
1. Brazil
2. Portugal
3. Meksiko
4. Prancis

Penghargaan:
- Top Skor: Henrique Almeida Caixeta Nascentes (Brazil), Alexandre Lacazette (Prancis) & Álvaro Vázquez García (Spanyol) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Henrique Almeida Caixeta Nascentes (Brazil)
- Kiper Terbaik: Michael "Mika" Simões Domingues (Portugal)
- Tim Fair Play: Nigeria

2013:
Tuan Rumah: Turki
Juara:
1. Prancis
2. Uruguay
3. Ghana
4. Irak

Penghargaan:
- Top Skor: Ebenezer Kofi Assifuah-Inkoom (Ghana) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Paul Labile Pogba (Prancis)
- Kiper Terbaik: Guillermo Rafael de Amores Ravelo (Uruguay)
- Tim Fair Play: Spanyol

2015:
Tuan Rumah: Selandia Baru
Juara:
1. Serbia
2. Brazil
3. Mali
4. Senegal

Penghargaan:
- Top Skor: Bence Mervó (Hungaria) & Viktor Viktorovych Kovalenko (Ukraina) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Adama Traoré (Mali)
- Kiper Terbaik: Predrag Rajković (Serbia)
- Tim Fair Play: Ukraina

2017:
Tuan Rumah: Korea Selatan
Juara:
1. Inggris
2. Venezuela
3. Italia
4. Uruguay

Penghargaan:
- Top Skor: Riccardo Orsolini (Italia) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Dominic Ayodele Solanke-Mitchell (Inggris)
- Kiper Terbaik: Frederick John Woodman (Inggris)
- Tim Fair Play: Meksiko

Kamis, 19 Juli 2018

DaftarJuara Piala Dunia Sepakbola Wanita Sepanjang Sejarah

1991:
Tuan Rumah: Republik Rakyat China
Juara:
1. Amerika Serikat
2. Norwegia
3. Swedia
4. Jerman

Penghargaan:
- Top Skor: Michelle Anne Akers-Stahl (USA) (10 Goal)
- Pemain Terbaik: Carin Leslie Jennings-Gabarra (USA)
- Tim Fair Play: Jerman

1995:
Tuan Rumah: Swedia
Juara:
1. Norwegia
2. Jerman
3. Amerika Serikat
4. Republik Rakyat China

Penghargaan:
- Top Skor: Ann Kristin "Anka" Aarønes (Norwegia) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Hege Riise (Norwegia)
- Tim Fair Play: Swedia

1999:
Tuan Rumah: Amerika Serikat
Juara:
1. Amerika Serikat
2. Republik Rakyat China
3. Brazil
4. Norwegia

Penghargaan:
- Top Skor: Sisleide "Sissi" do Amor Lima (Brazil) dan Sun Wen (RRC) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Sun Wen (RRC)
- Kiper Terbaik: Gao Hong (RRC) dan Briana Collette Scurry (USA)
- Tim Fair Play: Republik Rakyat China

2003:
Tuan Rumah: Amerika Serikat
Juara:
1. Jerman
2. Swedia
3. Amerika Serikat
4. Kanada

Penghargaan:
- Top Skor: Birgit Prinz (Jerman) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Birgit Prinz (Jerman)
- Kiper Terbaik: Silke Rottenberg (Jerman)
- Tim Fair Play: Republik Rakyat China

2007:
Tuan Rumah: Republik Rakyat China
Juara:
1. Jerman
2. Brazil
3. Amerika Serikat
4. Norwegia

Penghargaan:
- Top Skor: Marta Vieira da Silva (Brazil) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Marta Vieira da Silva (Brazil)
- Kiper Terbaik: Nadine Marejke Angerer (Jerman)
- Tim Fair Play: Norwegia

2011:
Tuan Rumah: Jerman
Juara:
1. Jepang
2. Amerika Serikat
3. Swedia
4. Prancis

Penghargaan:
- Top Skor: Homare Sawa (Jepang) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Homare Sawa (Jepang)
- Pemain Muda Terbaik: Caitlin Jade Foord (Australia)
- Kiper Terbaik: Hope Amelia Solo (USA)
- Tim Fair Play: Jepang

2015:
Tuan Rumah: Kanada
Juara:
1. Amerika Serikat
2. Jepang
3. Inggris
4. Jerman

Penghargaan:
- Top Skor: Carli Anne Lloyd (USA) dan Célia Okoyino da Mbabi Šašić (Jerman) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Carli Anne Lloyd (USA)
- Pemain Muda Terbaik: Kadeisha Buchanan (Kanada)
- Kiper Terbaik: Hope Amelia Solo (USA)
- Tim Fair Play: Prancis

Sabtu, 07 Juli 2018

Wakil Conmebol Rontok Sebelum Semi Final Piala Dunia 2018, Akhir Persaingan Panjang Eropa vs Amerika Selatan?

Yap, seperti yang kita ketahui beberapa waktu lalu, dua wakil terakhir dari Amerika Selatan atau konfederasinya lebih dikenal dengan CONMEBOL yakni Brazil dan Uruguay telah tersingkir di babak perempat final Piala Dunia 2018, setelah kalah dari wakil-wakil Eropa, yaitu Prancis dan Belgia. Uruguay dan Brazil, menyusul wakil Conmebol lainnya yang sudah pulang kampung terlebih dahulu, seperti Argentina dan Kolombia yang rontok diperdelapan final, dan Peru yang pulang paling awal setelah tersingkir di penyisihan grup.

Hal ini seakan semakin memantapkan dugaan mulai tertinggalnya sepakbola Amerika Selatan dari Eropa. Setidaknya itulah yang terlihat di beberapa kompetisi sepakbola yang mempertemukan wakil-wakil Eropa dan Amerika Selatan, seperti Piala Dunia, Kejuaraan Antar Klub, dan lain-lain.

Kita mulai dari Piala Dunia senior, sempat berkejar-kejaran jumlah gelar juara sejak 1930-2006 antara Amerika Selatan dengan Eropa, dimana kedua wilayah masing-masing telah memenangi 9 Piala Dunia. Tapi, sejak keberhasilan Brazil meraih gelar juara dunia di 2002 dan sekaligus menjadi gelar kelima mereka atau kesembilan untuk wakil Amerika Selatan, setelah itu belum pernah lagi wakil Amerika Selatan berhasil meraih juara dunia lagi hingga sekarang. Dimulai dari 2006 dimana Italia berhasil meraih juara dunia mereka untuk yang keempat kalinya, Disusul Spanyol di 2010, dan terakhir Jerman di 2014. Hal itu membuat skor persaingan perolehan gelar juara dunia antara Amerika Selatan dengan Eropa menjadi 9-11 untuk keunggulan Eropa. Dan dengan bergugurannya wakil Amerika Selatan di Piala Dunia kali ini bahkan sebelum semi final digelar. Sudah bisa dipastikan bahwa jarak antara Eropa dan Amerika Selatan semakin melebar menjadi 12-9.

Lalu, bagaimana dengan usia muda? Di Piala Dunia U-20 misalnya? Memang, secara total Amerika Selatan masih unggul dengan 11 gelar berbanding 9 gelar dengan wakil Eropa. Akan tetapi, mari kita lihat. Terakhir kali wakil Amerika Selatan berhasil meraih juara Piala Dunia U-20, adalah Brazil di tahun 2011. Berikutnya, secara beruntun dimenangi wakil-wakil Eropa dengan rincian, 2013 diraih Prancis, 2015 Serbia dan terakhir 2017 diraih Inggris. Jika tidak waspada, bukan tidak mungkin cepat atau lambat wakil-wakil Eropa akan melewati perolehan total gelar juara dunia U-20 Amerika Selatan.

Bagaimana dengan Piala Dunia U-17? Ternyata lebih parah lagi, mereka hanya meraih 3 gelar, itupun hanya diwakili oleh Brazil, dan bahkan terakhir kali mereka menjadi juara adalah tahun 2003. Sementara Eropa meraih 4 gelar juara, termasuk pagelaran terakhir tahun 2017 dimana dimenangi oleh Inggris. Memang gelar mereka masih kalah dari wakil-wakil Afrika yang berhasil meraih 7 gelar juara dunia di U-17, dengan masing-masing dimenangi oleh Nigeria sebanyak 5x, dan Ghana 2x. Tapi, mari kita lewati hal itu dan fokus pada persaingan Eropa dan Amerika Selatan.

Lanjut ke Piala Konfederasi dan Olimpiade, bagaimanakah hasil yang diraih oleh wakil Amerika Selatan dengan Eropa? Untuk Piala Konfederasi, memang Amerika Selatan masih sedikit unggul dengan skor perolehan gelar adalah 5-4. Tapi melihat perkembangan terakhir dimana tahun 2017 Jerman berhasil memenanginya, bukan tak mungkin kedepan Eropa akan melewati mereka. Sedangkan di Olimpiade, Amerika Selatan tertinggal jauh dari Eropa. Dimana wakil Amerika Selatan hanya bisa meraih 5 medali emas. Sementara Eropa unggul jauh dengan 19 emas. Hal yang mungkin masih bisa dibanggakan oleh Amerika Selatan di Olimpiade adalah fakta kalo mereka berhasil meraih 3 emas dari 4 penyelenggaraan Olimpiade terakhir. Sementara Eropa terakhir kali wakilnya meraih medali emas Olimpiade untuk cabang sepakbola yaitu pada tahun 1992, dengan Spanyol sebagai juaranya. Dan sebagai tambahan, di Youth Olympic (Olimpiade untuk atlet-atlet muda yang baru digelar 2x, dimulai tahun 2010 kemarin), dari 2 gelaran tahun 2010 dan 2014. Amerika Selatan berhasil menyapu bersih dengan Bolivia dan Peru yang masing-masing berhasil meraih medali emas di tahun 2010 dan 2014.

Bagaimana dengan kejuaraan antarklub? Dulu saat masih berformat Piala Interkontinental yang hanya mempertemukan wakil Amerika Selatan dengan Eropa saja (Atau lebih dikenal dengan Piala Toyota). Wakil Amerika Selatan unggul tipis dengan 22-21. Tapi, setelah formatnya berubah dan mempertemukan wakil-wakil dari semua konfederasi FIFA yang lain. Hasilnya wakil-wakil Amerika Selatan lebih sering takluk dari wakil Eropa. Bahkan dalam beberapa kali gelaran, wakil Amerika Selatan gagal masuk final setelah kalah dari wakil Afrika dan bahkan Asia. Padahal dalam 3 gelaran awal, wakil-wakil Amerika Selatan berhasil menyapu gelar juara. 3 gelar itu diraih saat mereka diwakili oleh klub-klub Brazil, diawali tahun 2000 yang merupakan gelaran pertama, berhasil dimenangi oleh Corinthians. Kemudian, setelah sempat vakum beberapa tahun, kejuaraan ini dimulai lagi tahun 2005 dengan Sao Paulo berhasil meraih juaranya. Dan di tahun 2006, giliran klub Brazil lainnya, yakni Internacional yang berhasil merebut gelar. Tapi setelah itu, mulai tahun 2007 praktis wakil-wakil Eropa yang berjaya. Hanya di tahun 2012, wakil Amerika Selatan yang saat itu diwakili klub Brazil Corinthians, berhasil kembali meraih juara dunia antarklub. Selebihnya, dari 2007-2011 dan 2013-2017 gelar juara dikuasai wakil-wakil Eropa.

Bagaimana dengan sektor sepakbola wanita? Lebih baik tidak perlu kita bahas, karena wakil-wakil Amerika Selatan belum pernah ada yang berhasil meraih juara di hampir semua kejuaraan sepakbola wanita, baik Piala Dunia Wanita, ataupun Piala Dunia Wanita untuk U-20 dan U-17, bahkan di Olimpiade senior juga. Hanya di Youth Olympic Games tahun 2010 saja, wakil Amerika Selatan berhasil berjaya di kejuaraan sepakbola putri, dengan Chili yang berhasil meraih emas.

Dan dengan rontoknya wakil-wakil Amerika Selatan di Piala Dunia kali ini, apakah bisa kita bilang kalau sepakbola Amerika Selatan mulai tertinggal dari Eropa? Dan apakah penyebabnya? Yang jelas, tim-tim Amerika Selatan harus segera berbenah dan menyadari hal ini.  Kalau tidak mau semakin tertinggal dari Eropa dan bahkan bukan tidak mungkin akan disusul oleh wakil-wakil Afrika, Amerika Tengah dan Utara (Concacaf) atau bahkan Asia.

Selasa, 19 Juni 2018

Daftar Juara Piala Dunia Sepakbola Pria Sepanjang Sejarah

1930:
Tuan Rumah: Uruguay
Juara:
1. Uruguay
2. Argentina
Semifinalis: USA & Yugoslavia
(Catatan: Tahun ini tidak ada perebutan tempat ketiga)

Penghargaan:
- Top Skor: Guillermo Stabile (Argentina) (8 Goal)
- Pemain Terbaik: José Nasazzi Yarza (Uruguay)
- Kiper Terbaik: Enrique Ballestrero (Uruguay)

1934:
Tuan Rumah: Italia
Juara:
1. Italia
2. Cekoslovakia
3. Jerman
4. Austria

Penghargaan:
- Top Skor: Oldřich Nejedlý (Cekoslovakia) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Giuseppe Meazza (Italia)
- Kiper Terbaik: Ricardo Zamora Martínez (Spanyol)

1938:
Tuan Rumah: Prancis
Juara:
1. Italia
2. Hungaria
3. Brazil
4. Swedia

Penghargaan:
- Top Skor: Leonidas Da Silva (Brazil) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Leonidas Da Silva (Brazil)
- Kiper Terbaik: František Plánička (Cekoslovakia)

1942 dan 1946 tidak digelar karena Perang Dunia 2.

1950:
Tuan Rumah: Brazil
Juara:
1. Uruguay
2. Brazil
3. Swedia
4. Spanyol

Penghargaan:
- Top Skor: Ademir Marques de Menezes (Brazil) (8 Goal)
- Pemain Terbaik: Thomaz Soares da Silva (Zizinho) (Brazil)
- Kiper Terbaik: Roque Gastón Máspoli Arbelvide (Uruguay)

1954:
Tuan Rumah: Swiss
Juara:
1. Jerman Barat
2. Hungaria
3. Austria
4. Uruguay

Penghargaan:
- Top Skor: Sándor Péter Kocsis (Hungaria) (11 Goal)
- Pemain Terbaik: Ferenc Purczeld "Puskás"  Biró (Hungaria)
- Kiper Terbaik: Gyula Grosics (Hungaria)

1958:
Tuan Rumah: Swedia
Juara:
1. Brazil
2. Swedia
3. Prancis
4. Jerman Barat

Penghargaan:
- Top Skor: Just Fontaine (Prancis) (13 Goal)
- Pemain Terbaik: Waldyr "Didi" Pereira (Brazil)
- Kiper Terbaik: Henry "Harry" Gregg (Inggris)
- Pemain Muda Terbaik: Edson Arantes do Nascimento "Pele" (Brazil)

1962:
Tuan Rumah: Chili
Juara:
1. Brazil
2. Cekoslovakia
3. Chili
4. Yugoslavia

Penghargaan:
- Top Skor: Manuel Francisco dos Santos "Garrincha", Edvaldo Jizídio Neto "Vava" (Brazil), Leonel Guillermo Sánchez Lineros (Chili), Flórián Albert (Hungaria), Valentin Kozmich Ivanov (Uni Soviet) & Dražan Jerković (Yugoslavia) (4 Goal)
- Pemain Terbaik: Manuel Francisco dos Santos "Garrincha" (Brazil)
- Kiper Terbaik: Viliam Schrojf (Cekoslovakia)
- Pemain Muda Terbaik: Flórián Albert (Hungaria)

1966:
Tuan Rumah: Inggris
Juara:
1. Inggris
2. Jerman Barat
3. Portugal
4. Uni Soviet

Penghargaan:
- Top Skor: Eusébio da Silva Ferreira (Portugal) (9 Goal)
- Pemain Terbaik: Sir Robert "Bobby" Charlton (Inggris)
- Kiper Terbaik: Gordon Banks (Inggris)
- Pemain Muda Terbaik: Franz Anton Beckenbauer (Jerman)

1970:
Tuan Rumah: Meksiko
Juara:
1. Brazil
2. Italia
3. Jerman Barat
4. Uruguay

Penghargaan:
- Top Skor: Gerhard "Gerd" Müller (Jerman Barat) (10 Goal)
- Pemain Terbaik: Edson Arantes do Nascimento "Pele" (Brazil)
-Kiper Terbaik: Ladislao Mazurkiewicz Iglesias (Uruguay)
- Pemain Muda Terbaik: Teófilo Juan Cubillas Arizaga (Peru)
- Tim Fair Play: Peru

1974:
Tuan Rumah: Jerman Barat
Juara:
1. Jerman Barat
2. Belanda
3. Polandia
4. Brazil

Penghargaan:
- Top Skor: Grzegorz Bolesław Lato (Polandia) (7 Goal)
- Pemain Terbaik: Hendrik Johannes "Johan" Cruijff (Belanda)
- Kiper Terbaik: Josef Dieter "Sepp" Maier (Jerman Barat)
- Pemain Muda Terbaik: Władysław Antoni Żmuda (Polandia)
- Tim Fair Play: Jerman Barat

1978:
Tuan Rumah: Argentina
Juara:
1. Argentina
2. Belanda
3. Brazil
4. Italia

Penghargaan:
- Top Skor: Mario Alberto Kempes Chiodi (Argentina) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Mario Alberto Kempes Chiodi (Argentina)
- Kiper Terbaik: Ubaldo Matildo Fillol (Argentina)
- Pemain Muda Terbaik: Antonio Cabrini (Italia)
- Tim Fair Play: Argentina

1982:
Tuan Rumah: Spanyol
Juara:
1. Italia
2. Jerman Barat
3. Polandia
4. Prancis

Penghargaan:
- Top Skor: Paolo Rossi (Italia) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Paolo Rossi (Italia)
- Kiper Terbaik: Dino Zoff (Italia)
- Pemain Muda Terbaik: Manuel Amoros (Prancis)
- Tim Fair Play: Brazil

1986:
Tuan Rumah: Meksiko
Juara:
1. Argentina
2. Jerman Barat
3. Prancis
4. Belgia

Penghargaan:
- Top Skor: Gary Winston Lineker (Inggris) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Diego Armando Maradona Franco (Argentina)
- Kiper Terbaik: Jean-Marie Pfaff (Belgia)
- Pemain Muda Terbaik: Vincenzo "Enzo" Daniele Scifo (Belgia)
- Tim Fair Play: Brazil

1990:
Tuan Rumah: Italia
Juara:
1. Jerman Barat
2. Argentina
3. Italia
4. Inggris

Penghargaan:
- Top Skor: Salvatore Schillaci (Italia) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Salvatore Schillaci (Italia)
- Kiper Terbaik: Luis Gabelo Conejo Jiménez (Kosta Rika) dan Sergio Javier Goycochea (Argentina)
- Pemain Muda Terbaik: Robert Prosinečki (Yugoslavia)
- Tim Fair Play: Inggris

1994:
Tuan Rumah: Amerika Serikat
Juara:
1. Brazil
2. Italia
3. Swedia
4. Bulgaria

Penghargaan:
- Top Skor: Hristo Stoichkov (Bulgaria) Oleg Anatolyevich Salenko (Rusia) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Romário de Souza Faria (Brazil)
- Kiper Terbaik: Michel Georges Jean Ghislain Preud'homme (Belgia)
- Pemain Muda Terbaik: Marc Overmars (Belanda)
- Tim Fair Play: Brazil

1998:
Tuan Rumah: Prancis
Juara:
1. Prancis
2. Brazil
3. Kroasia
4. Belanda

Penghargaan:
- Top Skor: Davor Šuker (Kroasia) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Ronaldo Luís Nazário de Lima (Brazil)
- Kiper Terbaik: Fabien Alain Barthez (Prancis)
- Pemain Muda Terbaik: Michael James Owen (Inggris)
- Tim Fair Play: Inggris dan Prancis

2002:
Tuan Rumah: Korea Selatan & Jepang
Juara:
1. Brazil
2. Jerman
3. Turki
4. Korea Selatan

Penghargaan:
- Top Skor: Ronaldo Luís Nazário de Lima (Brazil) (8 Goal)
- Pemain Terbaik: Oliver Rolf Kahn (Jerman)
- Kiper Terbaik: Oliver Rolf Kahn (Jerman)
- Pemain Muda Terbaik: Landon Timothy Donovan (Amerika Serikat)
- Tim Fair Play: Belgia

2006:
Tuan Rumah: Jerman
Juara:
1. Italia
2. Prancis
3. Jerman
4. Portugal

Penghargaan:
- Top Skor: Miroslav Josef Klose (Jerman) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Zinedine Yazid Zidane (Prancis)
- Kiper Terbaik: Gianluigi Buffon (Italia)
- Pemain Muda Terbaik: Lukas Josef Podolski (Jerman)
- Tim Fair Play: Brazil dan Spanyol

2010:
Tuan Rumah: Afrika Selatan
Juara:
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Uruguay

Penghargaan:
- Top Skor: Diego Forlán Corazo (Uruguay), Thomas Müller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda) dan David Villa Sánchez (Spanyol) (5 Goal)
- Pemain Terbaik: Diego Forlán Corazo (Uruguay)
- Kiper Terbaik: Iker Casillas Fernández (Spanyol)
- Pemain Muda Terbaik: Thomas Müller (Jerman)
- Tim Fair Play: Spanyol

2014:
Tuan Rumah: Brazil
Juara:
1. Jerman
2. Argentina
3. Belanda
4. Brazil

Penghargaan:
- Top Skor: James David Rodríguez Rubio (Kolombia) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Lionel Andrés Messi Cuccittini (Argentina)
- Kiper Terbaik: Manuel Peter Neuer (Jerman)
- Pemain Muda Terbaik: Paul Labile Pogba (Prancis)
- Tim Fair Play: Kolombia

2018:
Tuan Rumah: Rusia
Juara:
1. Prancis
2. Kroasia
3. Belgia
4. Inggris

Penghargaan:
- Top Skor: Harry Edward Kane (Inggris) (6 Goal)
- Pemain Terbaik: Luka Modrić (Kroasia)
- Kiper Terbaik: Thibaut Nicolas Marc Courtois (Belgia)
- Pemain Muda Terbaik: Kylian Mbappé Lottin (Prancis)
- Tim Fair Play: Spanyol

Minggu, 04 Maret 2018

Kisah Cinta Tiga Ekor Kucing Depan Rumah

Sungguh lucu sore2 liat kucing didepan rumahq, kisahnya lebih seru dari sinetron.
Alkisah sore hari di daerah rumahku yang mendung dan sepi. Tiba2 diributkan oleh suara dua kucing yg bertengkar. Saat aku mengeceknya, ternyata ada seekor kucing jantan sedang berusaha merayu dan mendapatkan cinta seekor kucing betina secara paksa. Tentu saja si kucing betina melawan, tapi karena kekuatan si kucing jantan diapun kalah.

Namun, disaat si kucing betina yang terdesak dan mulai menyerah, tiba-tiba datanglah kucing jantan yang lain berwarna hitam. Dia menyerang si kucing jantan yang pertama dan berusaha menyelamatkan si kucing betina. Pertarungan kedua kucing itu berlangsung sengit bagaikan adegan di film laga.

Setelah terlibat perkelahian yang cukup lama dan seru, akhirnya si kucing hitam berhasil memenangkan pertarungan. Setelah memastikan kemenangan dan mengusir kucing jantan satunya tadi, Dia lalu hendak menemui kucing betina.
Tapi, apa yang terjadi? Di saat si kucing hitam ingin menemui kucing betina. Si kucing betina sudah tidak ada. Kemanakah dia? Si kucing hitam menengok kesana kemari tapi tidak menemukanmya.

Ternyata eh ternyata, ditengah terjadinya perkelahian dua ekor kucing jantan tadi, si kucing betina langsung pergi dengan santai tanpa memperdulikan hasil pertarungan tadi.

Malangnya nasibmu kucing hitam. Semoga beruntung di lain waktu. TETAP SEMANGAT!